A. Latar Belakang
Dewasa ini perkembangan proyek pembangunan begitu pesat dan hampir merata dari kota hingga sampai ke daerah-daerah pelosok. Perkembangan pembangunan yang pesat, memungkinkan bisnis property dan bahan bangunan mengalami peningkatan penjualan yang begitu tinggi. Salah satu material bangunan yang paling dibutuhkan saat ini adalah batu bata merah.
Batu merah merupakan salah satu material bangunan pembuat dinding yang terbuat dari tanah liat yang dibakar sampai berwarna kemerah-merahan. Batu merah sangat diminati dibanding dengan bahan bangunan pembuat dinding lainnya seperti batako. Tingginya minat konsumen tarhadap batu merah di sebabkan karena sudah umum digunakan dan teruji kekuatannya dibanding dengan batako yang kekuatannya lebih rendah sehingga mudah retak.
Tingginya minat pengusaha dan masyarakat terhadap batu merah untuk material bangunan, mendorong munculnya berbagai kelompok- kelompok usaha pencetakan batu merah. Salah satu dari berbagai kelompok- kelompok usaha itu adalah “Kelompok Usaha Pokadulu”. Kelompok usaha ini telah berdiri sejak tahun 2008 silam di Kelurahan Tiworo Kecamatan Tikep dengan jumlah anggota sebanyak 6 orang, dan jumlah produksi rata-rata 35.000/ buah bata, (satu kali produksi 3-4 bln).
Lahirnya Daerah Otonomi Baru Muna Barat merupakan angin segar bagi pengusaha batu merah di-daerah ini, karena banyak diantara masyarakat mulai membangun rumah permanen. Selain itu pengusaha secara perlahan mulai melirik daerah ini untuk mengembangkan ekspansi bisnisnya seperti pembangunan took-toko, ruko dll. Belum lagi pemerintah saat ini akan membangun fasilitas-fasilitas pemerintah, untuk berkantornya para satuan kerja perangkat daerah. Sehingga hal ini menyebabkan tingginya permintaan batu merah.
Tingginya permintaan ini menyebabkan pengusaha batu merah tidak mampu menyediakan kebutuhan konsumen. Hal ini disebabkan karena pengusaha masih menggunakan cara tradisional, sehingga dalam proses percetakan batu merah membutuhkan waktu yang lama dan hasil yang sedikit. Sebagai contoh pencetakan dengan usaha manual selama ini yang dilakukan “Kelompok Usaha Pokadulu” hanya mampu mencapai maksimal 500 buah bata/ hari dengan tenaga kerja 6 orang, Sehingga dalam 1 kali produksi (3-4) bulan, bata yang dihasilkan hanya mencapai 35.000 buah. Sementara permintaan pasar dalam kurun 1 tahun terakhir mencapai 150 ribu-200 ribu buah bata.
Salah satu cara untuk memenuhi permintaan tinggi “Kelompok Usaha Pokadulu” berencana melakukan pengembangan usaha dengan membeli mesin pencetak batu bata diesel. Mesin ini mampu memproduksi batu merah sebanyak 2.000-2.500 buah bata/ jam. Namun sampai hari kelompok ini terkendala dengan dana Sehingga, berniat mengajukan proposal pengembangan usaha batu merah dala upaya memenuhi permintaan pasar yang tinggi.
B. Tujuan
Tujuan dan dari usulan proposal ini adalah sebagai berikut:
Untuk meningkatkan skala produksi batu bata merah dalam satu kali produksi.
Untuk meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat khsusnya anggota kelompok usaha
C. Manfaat
Tersedianya stok batu merah sehingga mampu memenuhi permintaan yang tinggi.
Tercapainya kesejahteraan masyarakat kelompok usaha.
Menarik minat masyarakat sekitar lokasi usaha untuk menumbuhkan jiwa wira usaha
D. Lokasi, Sasaran dan Jadwal Kegiatan
Lokasi kegiatan pengembangan usaha batu merah beralamat di kelurahan Tiworo, Kecamatan Tikep, Kab. Muna barat.
Sasaran dari kegiatan adalah “Kelompok Usaha Pokadulu”, dimana kelompok usaha ini telah terbentuk dan memulai usaha pencetakan batu merah sejak tahun 2008. Kepengurusan terlampir…
Pengembangan usaha akan dilakukan setelah usulan permohonan bantuan dana usaha telah diakomodasi oleh pihak terkait.
E. Analisis Kelayakan Usaha.
E.1. Gambaran usaha saat ini
Sejak ”Kelompok Usaha Pokadulu” terbentuk, sampai hari ini belum mampu meningkatkan skala produksinya. Hal ini dikarenakan jumlah anggota kelompok yang kecil serta bahan pencetakan yang masih manual. Kelompok usaha ini dalam 1 kali produksi (3-4) bulan, memproduksi batu merah 35.000 bata. Jika 1 buah dihargai 500 (diluar ongkos kirim), maka penerimaan dalam 1 kali produksi adalah jumlah produksi (35.000) x harga/buah ( Rp 500) = Rp 17,500,000. Total penerimaan dibagi jumlah anggota kelompok (6 orang) maka 17, 500,000 : 6 = Rp 2,916,000. Jadi peneriman masing-masing anggota kelompok usaha dalam 1 kali produksi (3-4 bln) sebesar Rp 2,916,000
E.2. Gambaran Setelah Pengembangan Usaha
Dalam pengembangan usaha untuk meningkatkan skala produksi ”Kelompok Usaha Pokadulu” akan mengusahakan pengadaan alat pencetak batu bata type MCB 12 M dengan kemampuan produksi 2000-2500 bata/jam. Mesin pencetak bisa dilihat pada gambar 1
Gambar1. alat pencetak batu bata type MCB 12
Diharapkan adanya alat ini mampu meningkatkan skala produksi dan memperpendek skala produksi 2-3 blan saja (dimana sebelumnya pencetakan dengan manual 1 kali produksi memakan waktu 3-4 blan).
Pemakaian alat ini akan mampu memproduksi 6.000 batu bata/ hari dengan asumsi 4 jam kerja/hari, dan dalam 1 jam hanya mampu menghasilkan produksi batu bata sebanyak 1.500 . jika dalam 1 kali produksi dibatasi hanya mencapai maksimal 120.000 batu merah (dengan mempertimbangkan kualitas batu merah pada saat pembakaran). Maka waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi 120.000 batu merah adalah membutuhkan waktu 20 hari.
Perkiraan penerimaan kelompok usaha setelah pengembangan usaha adalah 120.000 batu bata (hasil maksimal dlm 1 kali produksi) x Rp 500 = Rp 60.000.000. jika total penerimaan dibagi 6 orang (anggota) maka peneriman masing-masing anggota kelompok usaha dalam 1 kali produksi (2-3 bln) sebesar Rp 10.000.000
F. Anggaran
Jumlah biaya yang akan dibutuhkan dalam Rencana pengembangan usaha batu merah ini adalah sebesar Rp 47.750.000 (Empat Puluh Tujuh Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah). Rencana anggaran biaya terlampir
G. Penutup
Kesejahteraan merupakan impian seluruh rakyat Indonesia tanpa pengecualiaan. Olehnya itu itu besar harapan kami jika usulan proposal ini diakomodasi oleh pihak-pihak terkait, demi terciptanya kemakmuran bagi kelompok-kelompok usaha masyarakat.
RENCANA ANGGARAN BIAYA
NO
KEBUTUHAN
UNIT
HARGA/UNIT
JUMLAH
1
Alat pencetak batu bata type MCB 12
1
34.000.000
34.000.000
2
Pondok pembakaran 10x 15 m
1
5.000.000
5.000.000
3
Tenda penjemuran 10x10 m
3
350.000
950.000
4
Artco
2
400.000
800.000
5
Biaya. pengiriman mesin Surabaya- Muna barat
5.000.000
Total biaya
47.750.000










