This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 07 Maret 2015

Pengembangan usaha batu merah

A. Latar Belakang
Dewasa ini  perkembangan proyek pembangunan begitu pesat  dan hampir merata dari kota hingga sampai  ke daerah-daerah pelosok.  Perkembangan pembangunan yang pesat,  memungkinkan bisnis property dan bahan bangunan mengalami peningkatan penjualan yang begitu tinggi. Salah satu material bangunan yang paling dibutuhkan saat ini adalah  batu bata merah.
Batu merah merupakan salah satu material bangunan pembuat dinding yang terbuat dari tanah liat yang dibakar sampai berwarna kemerah-merahan. Batu merah sangat diminati dibanding dengan bahan bangunan pembuat dinding lainnya seperti batako. Tingginya minat konsumen tarhadap batu merah di sebabkan  karena sudah umum digunakan dan teruji kekuatannya dibanding dengan batako yang kekuatannya lebih rendah sehingga mudah retak.
Tingginya minat pengusaha dan masyarakat terhadap batu merah untuk material bangunan,  mendorong munculnya berbagai kelompok- kelompok  usaha pencetakan batu merah. Salah satu dari berbagai kelompok- kelompok usaha itu adalah  “Kelompok Usaha Pokadulu”. Kelompok usaha ini telah berdiri sejak tahun 2008 silam di Kelurahan Tiworo Kecamatan Tikep dengan jumlah anggota sebanyak 6 orang, dan jumlah produksi rata-rata 35.000/ buah bata, (satu kali produksi 3-4 bln). 
Lahirnya Daerah Otonomi Baru Muna Barat merupakan angin segar bagi pengusaha batu merah di-daerah ini, karena banyak diantara masyarakat mulai membangun  rumah permanen. Selain itu pengusaha secara perlahan mulai melirik daerah ini untuk mengembangkan ekspansi bisnisnya seperti pembangunan took-toko, ruko dll.  Belum lagi pemerintah saat ini  akan membangun fasilitas-fasilitas pemerintah, untuk berkantornya para satuan kerja perangkat daerah. Sehingga hal ini menyebabkan tingginya permintaan batu merah.
Tingginya permintaan ini menyebabkan pengusaha batu merah tidak mampu menyediakan kebutuhan konsumen. Hal ini disebabkan karena pengusaha masih menggunakan cara tradisional, sehingga dalam proses percetakan batu  merah  membutuhkan waktu  yang lama dan hasil yang sedikit. Sebagai contoh pencetakan dengan usaha manual selama ini yang dilakukan “Kelompok Usaha Pokadulu”  hanya  mampu mencapai maksimal 500 buah bata/ hari dengan tenaga kerja 6 orang,  Sehingga dalam 1 kali produksi (3-4) bulan, bata yang dihasilkan hanya mencapai 35.000 buah.  Sementara permintaan pasar dalam kurun 1 tahun terakhir mencapai 150 ribu-200 ribu buah bata.
Salah satu cara untuk memenuhi permintaan tinggi “Kelompok Usaha Pokadulu”  berencana melakukan pengembangan usaha dengan membeli mesin pencetak batu bata diesel.  Mesin ini mampu memproduksi batu merah sebanyak 2.000-2.500 buah bata/ jam. Namun sampai hari kelompok ini terkendala dengan dana Sehingga, berniat mengajukan proposal pengembangan usaha batu merah dala upaya memenuhi permintaan pasar yang tinggi.
B. Tujuan
Tujuan dan dari usulan proposal ini adalah sebagai berikut:
Untuk  meningkatkan skala produksi batu bata merah dalam satu kali produksi.
Untuk meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat khsusnya anggota kelompok usaha
C. Manfaat
Tersedianya stok batu merah sehingga mampu memenuhi permintaan yang tinggi.
Tercapainya kesejahteraan masyarakat kelompok usaha.
Menarik minat masyarakat sekitar lokasi usaha untuk menumbuhkan jiwa wira usaha
D. Lokasi, Sasaran dan Jadwal Kegiatan
Lokasi kegiatan pengembangan usaha batu merah beralamat di kelurahan Tiworo, Kecamatan Tikep,  Kab. Muna barat.
Sasaran dari kegiatan adalah  “Kelompok Usaha Pokadulu”, dimana kelompok usaha ini telah terbentuk dan memulai usaha pencetakan batu merah sejak tahun 2008. Kepengurusan terlampir…
Pengembangan usaha akan dilakukan setelah usulan permohonan bantuan dana usaha telah diakomodasi oleh pihak terkait.

E. Analisis Kelayakan Usaha.
E.1.  Gambaran usaha saat ini
Sejak  ”Kelompok Usaha Pokadulu” terbentuk, sampai hari ini belum mampu meningkatkan skala produksinya. Hal ini dikarenakan jumlah anggota kelompok yang kecil serta bahan pencetakan yang masih manual. Kelompok usaha ini dalam 1 kali produksi (3-4) bulan, memproduksi batu merah 35.000 bata.  Jika 1 buah dihargai 500 (diluar ongkos kirim), maka penerimaan dalam 1 kali produksi adalah  jumlah produksi (35.000) x harga/buah ( Rp 500) = Rp 17,500,000.   Total penerimaan dibagi jumlah anggota kelompok (6 orang) maka 17, 500,000 : 6 = Rp  2,916,000.  Jadi peneriman masing-masing anggota kelompok usaha dalam 1 kali produksi (3-4 bln)   sebesar Rp  2,916,000
E.2. Gambaran Setelah Pengembangan Usaha
 Dalam pengembangan usaha untuk meningkatkan skala produksi ”Kelompok Usaha Pokadulu” akan mengusahakan pengadaan  alat pencetak batu bata type MCB 12 M dengan kemampuan produksi  2000-2500 bata/jam. Mesin pencetak bisa dilihat pada gambar 1
Gambar1. alat pencetak batu bata type MCB 12
Diharapkan adanya alat ini mampu meningkatkan skala produksi dan memperpendek skala produksi 2-3 blan saja (dimana sebelumnya pencetakan dengan manual 1 kali produksi memakan waktu 3-4 blan).
Pemakaian alat ini akan mampu memproduksi 6.000 batu bata/ hari dengan asumsi 4 jam kerja/hari, dan dalam  1 jam hanya mampu menghasilkan produksi batu bata sebanyak 1.500 .  jika dalam 1 kali produksi dibatasi hanya mencapai maksimal 120.000 batu merah (dengan mempertimbangkan kualitas batu merah pada saat pembakaran). Maka waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi 120.000 batu merah adalah membutuhkan waktu 20 hari.
Perkiraan penerimaan  kelompok usaha setelah pengembangan usaha adalah 120.000 batu bata (hasil maksimal dlm 1 kali produksi) x  Rp 500 = Rp 60.000.000. jika total penerimaan dibagi 6 orang (anggota) maka peneriman masing-masing anggota kelompok usaha dalam 1 kali produksi (2-3 bln)   sebesar  Rp 10.000.000
F. Anggaran
Jumlah biaya yang akan dibutuhkan dalam Rencana pengembangan usaha batu merah ini adalah sebesar Rp 47.750.000 (Empat Puluh Tujuh Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah).  Rencana anggaran biaya terlampir
G. Penutup
Kesejahteraan merupakan impian seluruh rakyat Indonesia tanpa pengecualiaan. Olehnya itu itu besar harapan kami jika usulan proposal ini diakomodasi oleh pihak-pihak terkait, demi terciptanya kemakmuran bagi kelompok-kelompok usaha masyarakat.




RENCANA ANGGARAN BIAYA
NO
KEBUTUHAN
UNIT
HARGA/UNIT
JUMLAH
1
Alat pencetak batu bata type MCB 12
1
34.000.000
34.000.000
2
Pondok pembakaran 10x 15 m
1
5.000.000
5.000.000
3
Tenda penjemuran 10x10 m
3
350.000
950.000
4
Artco
2
400.000
800.000
5
Biaya. pengiriman mesin Surabaya- Muna barat

5.000.000

Total biaya

47.750.000

Jumat, 17 Oktober 2014

Pohon kurma

Ada kata-kata bijak kuno yg mengatakn: "org
benar akn brtunas sprti pohon kurma." Pohon
kurma lazim dijumpai di Timur Tengah, dgn
kondisi tanah yg kering, grsang, tandus & kerap
dihantam badai gurun yg dahsyat. Hanya pohn
kurma yg bisa brtahan hidup, shingga tak
brlebihn bila dianggap sbg pohon yg tahan
banting.
Kekuatan pohon kurma ada pd akar2nya. Petani
d Timur Tengah menanam biji kurma k dlm
lubang pasir lalu ditutup dgn batu. Mngapa biji
itu harus ditutup batu.??? Trnyata, untk
memaksa pohon kurma brjuang tumbuh ke
atas.
Justru krn prtumbuhn batang mengalami
hambatan, membuat prtumbuhn akar k dlm
tanah mnjdi maksimal. Ditekn dr atas, agar bisa
mngakar kuat k bawah. Stelah akarnya mnjadi
kuat, barulah biji pohon kurma itu brtumbuh k
atas, bahkn bisa menggulingkn batu yg menekn
diatasnya.
Skarang kita tahu mngapa Tuhan kerap kali
mengijinkn tekanan hidup slalu datang. Bukn
untk melemahkn & mnghancurkn kita, sbaliknya
untk membuat kita berakar smakin kuat. Tak
sekedar brtahan, tp ada waktunya benih yg
sudah mngakar kuat itu akn menjebol
"masalah2" yg slama ini menekn kita. Kita akn
kluar mnjdi pemenang kehidupn. Tuhan tlah
mendesain kita sprti pohon kurma. Sebab itu
jadilah pribadi yg tangguh, kuat & tegar
menghadapi beratnya kehidupan...

Senin, 22 September 2014

Muna dan peradabannya

Suku Muna, Sulawesi
Suku Muna (Wuna), adalah suatu suku yang
terdapat di pulau Muna kabupaten Muna dan
pulau-pulau kecil sekitarnya, terdapat juga di
pulau Buton, pulau Siompu, pulau Kadatua dan
kepulauan Talaga provinsi Sulawesi Tenggara.
Nama Muna pada asalnya dikenal dengan
nama "Wuna" yang berarti "bunga", dimana
terdapatnya gugusan batu yang berbunga
seakan-akan batu karang yang ditumbuhi
rumput laut. Nama Wuna terakhir berubah
menjadi Muna dan menjadi bagian propinsi
Sulawesi Tenggara. Sebagaimana nama asli
suku Muna dan pulau Muna.

Suku Muna memiliki ras polynesia dan ras
melanesia. Orang Muna berkulit coklat sampai
hitam dan rambut ikal sampai keriting. Ciri-ciri
fisik orang Muna lebih mendekati ciri fisik orang
Maluku dan Flores atau juga dengan orang-
orang di daerah Pasifik. Secara fisik orang
Muna berbeda dengan suku-suku lain di
Sulawesi Tenggara yang kebanyakan memiliki
ras mongoloid. Bahasa yang digunakan oleh
orang Muna adalah bahasa Muna. Bahasa
Muna selain diucapkan di pulau Muna, juga
tersebar ke pulau Buton dan pulau-pulau kecil
sekitarnya.

Dilihat dari karakter dan budaya suku Muna
lebih dekat dengan orang-orang di Nusa
Tenggara Timur, seperti Flores. Bahkan kain
tenun suku Muna juga mirip dengan kain tenun
di Nusa Tenggara Timur. Kemungkinan asal-
usul orang Muna masih terkait dengan orang-
orang dari Flores atau dari Nusa Tenggara
Timur. Selain itu juga terdapat kemiripan
dengan suku Aborigin di Australia. Dilihat dari
masa lalu suku Muna ini, bahwa dahulunya
mereka sering berlayar sampai ke perairan
Australia dan daerah-daerah pasifik lainnya jadi
kemungkinan ada hubungan tradisional antara
orang Muna dan suku Aborigin di Australia.
Menurut La Kimi Batoa dalam bukunya "Sejarah
Muna" dikatakan bahwa penduduk asli pulau
Muna adalah O Tomuna dan Batuawu.
O Tomuna memiliki ciri-ciri berkulit hitam,
rambut ikal tinggi badan antara 160- 165 cm.
Ciri-ciri ini merupakan ciri-ciri umum suku-suku
melanesia.
Batuawu berkulit coklat berambut ikal dan
tinggi tubuh sekitar 150-160 cm. Ciri-ciri
seperti ini merupakan ciri yang dimiliki suku-
suku polynesia yang mendiami Nusa Tenggara
Timur dan daerah Maluku.

Menurut para peneliti nenek moyang orang
Muna (O Tomuna dan Batuawu) telah menghuni
pulau Muna sejak ribuan tahun yang lalu. Selain
di pulau Muna, mereka juga menjadi penghuni
pulau Buton dan pulau-pulau keci lainnya.
Penyebaran ini terlihat dari hubungan bahasa
dan ciri-ciri fisik yang terdapat di daerah pulau-
pulau tersebut.

Orang Muna menjadi penghuni pertama pulau
Muna dan pulau-pulau lainnya sejak zaman
purbakala. Hal terbukti dengan ditemukannya
relief purba di gua Liangkobori dan Gua
Metanduno. Menurut beberapa peneliti, relief
tersebut telah berusia lebih dari 25.000 tahun.
Relief yang ada di Gua Liangkobori dan
Metanduno secara jelas menceritakan aktifitas
nenek moyang orang Muna saat itu.
Dari relief tersebut disimpulkan kalau nenek
moyang orang Muna menempati gua sebagai
tempat tinggal mereka. Orang Muna saat itu
seperti yang diceritakan dari relief tersebut telah
menggunakan alat-alat pertanian dalam
bercocok tanam. Sepertinya mereka juga
memiliki pengetahuan tentang astronomi,
seperti yang terlihat dari gambar matahari,
bulan dan bintang. Terdapat beberapa nama
rasi bintang yang menjadi petunjuk untuk
melakukan aktifitas pertanian. Misalnya saja
rasi bintang yang dinamakan Fele, apabila rasi
bintang ini sudah makin terlihat jelas, maka
aktifitas membersihkan lahan segera dimulai
sebab satu bulan lagi hujan pertama akan
turun. Apabila hujan sudah turun maka
pembakaran lahan dimulai.

Dalam kehidupan sehari-hari orang Muna sering
juga disebut sebagai orang Buton. Hal ini
dikarenakan di masa Kesultanan Buton, atas
bantuan Belanda mengkooptasi Kerajaan Muna
dan mengklaimnya sebagai bagian dari wilayah
Kesultanan Buton. Kendati demikian orang
Muna sampai sekarang tidak pernah mengakui
hal tersebut, dan lebih suka mengaku sebagai
orang Muna daripada sebagai orang Buton.
Orang Muna terus melakukan perlawanan
terhadap kooptasi Kesultanan Buton dan
Belanda serta tak pernah mengakui hal
tersebut. Konsekuensi dari perlawanan tersebut
adalah diasingkannya beberapa Raja Muna ke
pulau Sumatera dan Jawa. Perlawanan yang
paling ekstrim dilakukan oleh Raja Muna La
Ode Dika gelar Komasigino saat menghadap
Sultan Boton La Ode Salihi. Di hadapan Sultan
Buton, Raja Muna La Ode Dika tidak melakukan
penghormatan sebagaimana layaknya bawahan
terhadap atasan, bahkan dengan ketegasannya
Raja Muna La Ode Dika mengacungkan
telunjuknya kepada Sultan Buton.

Kenyataan lain yang menunjukkan bahwa
Kerajaan Muna tidak pernah mengakui klaim
Kesultanan Buton dan sekutunya Kolonial
Belanda adalah kuatnya pengaruh kebudayaan
Muna mempengaruhi kehidupan masyarakat di
Kesultanan Buton khususnya pengguanaan
bahasa Muna. Fakta ini masih dapat dilihat
sampai saat ini dimana penutur bahasa Muna
(orang Muna) yang mendiami sebagian besar
wilayah ex Kesultanan Buton masih dapat
dilihat sampai saat ini..
Salah satu tradisi muna yang populer adalah
"Perkelahian Kuda", yang diadakan pada
berbagai acara atau perayaan dan
penyambutan tamu penting atau melayani
permintaan khusus. Seekor kuda betina akan
diperebutkan oleh dua ekor kuda jantan
sehingga mereka berkelahi untuk
mendapatkannya. Perkelahian ini biasanya
diadakan di lapangan terbuka

Masyarakat suku Muna sebagian besar hidup
pada bidang pertanian. Mereka membuka lahan
dengan aturan-aturan adat yang disepakati dan
ditaati bersama. Tanaman padi menjadi
tanaman utama mereka. Selain itu jagung, ubi
kayu, ubi jalar dan beberapa jenis sayuran serta
buah-buahan juga tambahan dalam hasil
pertanian mereka

sumbernya:
http://
protomalayans.bl
ogspot.com/
2012/11/
suku-muna-
sulawe
si.html

Selasa, 09 September 2014

Kegagalan menuai kesuksesan

Anda
tahu pohon bambu cina? Jika anda termasuk orang
yang tidak sabar menunggu pertumbuhan sebuah
tanaman, mungkin pohon bambu tersebut sudah
menjadi korban anda. Pohon bambu cina tidak
akan menunjukkan pertumbuhan berarti selama 6-7
tahun pertama, mungkin hanya tumbuh beberapa
puluh cm saja. Namun setelah waktu tersebut,
pertumbuhan pohon bambu cina tidak dapat
dibendung, ia tumbuh begitu cepatnya dan
ukurannya bukan lagi cm melainkan meter.
Sebetulnya apa yang terjadi pada pohon bambu
cina tersebut? …. Selama 6-7 tahun pertama, ia
bukannya tidak mengalami pertumbuhan, hanya
saja kita memang tidak melihat pertumbuhannya
dengan kasat mata. Fokus pertumbuhan pohon
bambu cina pada waktu tersebut adalah pada akar,
bukan pada batang. Pohon bambu cina sedang
menyiapkan pondasi yang kuat agar ia bisa
menopang ketinggiannya yang berpuluh-puluh
meter. Bayangkan apa yang terjadi jika pohon
bambu cina tidak mempunyai akar yang cukup
kuat untuk menopang ketinggiannya? Sedikit tiupan
angin saja akan membuatnya tumbang.
Jika anda seringkali mengalami kegagalan dan
merasa koq jauh sekali dari kesuksesan yang anda
impikan, bukan berarti anda tidak mengalami
perkembangan. Justru anda sedang mengalami
pertumbuhan yang luar biasa di dalam diri anda.
Mental anda sedang ditempa dan dipersiapkan
menuju kesuksesan anda. Sama halnya dengan
pohon bambu cina tersebut. Jika anda hanya
mengharapkan sebuah hasil yang instan, apapun
itu, nasib anda akan seperti pohon bambu yang
tidak memiliki akar yang kuat. Sedikit goncangan
saja, anda akan jatuh begitu kerasnya. Jadi sekali
lagi bersyukurlah dengan segala kemalangan dan
kegagalan anda, anda akan memperoleh kekuatan
karenanya".

Senin, 25 Agustus 2014

Eksplorasi Pulau-pulau (Tiworo Raya)

Penulis : Gusman Judin

Jika anda mempunyai kecenderungan bereksplorasi dengan alam, atau sekedar ingin melakukan  riset maka tak ada salahnya mengunjungi pulau-pulau yg berada disepanjang garis pantai tiworo raya.

Pulau-Pulau ini selain menawarkan pemandangan alamnya yang memanjakan mata pengunjungnya, juga terdapat beberapa titik potensi   pengembangan wisata bahari yang apabila di kelola dengan baik akan mendatangkan PAD yg cukup besar bagi Kabupaten yang menaunginya.

Selain itu Budaya unik masyarakat yang mendiami pulau-pulau itu cukup unik sehingga menarik untuk dikunjungi oleh orang-orang sosiolog yang ingin memperbanyak referensi mengenai bidang profesi yang dimiliki.

Minggu, 24 Agustus 2014

GEJOLAK PROFESI GENERASI MUDA

KENDARI_ 

Generasi muda merupakan tongkat estafet kepemimpinan bangsa. Generasi ini merupakan cerminan Baik buruknya bangsa pada era selanjutnya. Tidak bisa dipungkiri bahwa generasi muda dewasa ini menghadapi tantangan yang begitu besar baik dari segi lapangan kerja maupun kurangnya perhatian pemerintah.

Menghadapi persaingan berat ini pemuda pemerhati generasi sulawesi tenggara, Yashar putra wanseriwu berpesan agar mampu mengembangkan kapasitas sehingga mampu berkompetisi pada medan apapun. Berikut pendapatnya  saat ditanya tentang motivasi anak muda untuk mengikuti cpnsd di sultra oleh wartawan Kabar sultra La Ode Muhammad Saleh, Beliau menjawab "kita tdk menyalahkan motivasi anak anak muda untuk mengikuti CPNSD karena itu adalah pilihan profesi, itu mulia dengan berangkat dari nawaitu yang baik, yang salah adalah kita menggantungkan harapan untuk menjadi PNS dan menghalalkan berbagai macam Cara untuk meraihnya". 

Jumat, 22 Agustus 2014

Wisata P. Indo dan pengelolaannya

MUNA, August 12, 2014
Keindahan Pulau Indo Kab. Muna memiliki ciri
khas tersendiri, bagi anda yang mengujungi
tempat ini dipastikan akan berdecak kagum
ketika menikmari pesona alamnya. Pulau Indo
secara administratif terletak di Kec. Tiworo
Utara, Kab. Muna. Wisata berbasis ekowisata ini
berfungsi sebagai koservasi, observasi dan
edukasi atau sarana pendidikan. Tiga fungsi
inilah yg mendorong wisatawan masa kini
melakukan perjalanan wisata kesuatu tempat
atau daerah.  Kendala dalam pengembangan pulau Indo