Minggu, 24 Agustus 2014

GEJOLAK PROFESI GENERASI MUDA

KENDARI_ 

Generasi muda merupakan tongkat estafet kepemimpinan bangsa. Generasi ini merupakan cerminan Baik buruknya bangsa pada era selanjutnya. Tidak bisa dipungkiri bahwa generasi muda dewasa ini menghadapi tantangan yang begitu besar baik dari segi lapangan kerja maupun kurangnya perhatian pemerintah.

Menghadapi persaingan berat ini pemuda pemerhati generasi sulawesi tenggara, Yashar putra wanseriwu berpesan agar mampu mengembangkan kapasitas sehingga mampu berkompetisi pada medan apapun. Berikut pendapatnya  saat ditanya tentang motivasi anak muda untuk mengikuti cpnsd di sultra oleh wartawan Kabar sultra La Ode Muhammad Saleh, Beliau menjawab "kita tdk menyalahkan motivasi anak anak muda untuk mengikuti CPNSD karena itu adalah pilihan profesi, itu mulia dengan berangkat dari nawaitu yang baik, yang salah adalah kita menggantungkan harapan untuk menjadi PNS dan menghalalkan berbagai macam Cara untuk meraihnya". 


Menurut anda bung Yashar, Bagaimana anda menilai karakter salah itu?? "karakter itu menurut saya karakter pecundang, itu adalah warisan budaya seakan akan manusia dikatakan sukses itu ketika ia  menjadi abdi negara lewat PNS, dan sekarang yang bikin hancur kita adalah penjajah". penjajah yang anda maksud siapa? "penjajah itu adalah budaya malas, malas itu yang menjadi penjajah paling buas membunuh karakter anak bangsa, pilihan profesi masih banyak silahkan menjadi PNS tidak ada larangan tapi disamping itu pembekalan diri anak anak muda untuk memiliki kreatifitas dan keterampilan itu penting, sehingga tidak menggantungkan diri untuk menjadi PNS, jika tidak lolos jadi PNS bisa menengok profesi lain sesuai dengan keterampilan yang dimiliki tadi".

Menurut anda bung yashar apa yang mengakibatkan kurangnya kretifitas anak anak muda kita sekarang? "Saya tidak menyalahkan anak anak muda, karna saya juga bagian dari anak anak muda. Yang saya salahkan adalah pemegang kebijakan, tidak ada satupun kebijakan yang mendukung dan mendorong anak anak muda kita untuk menjadi insan yang tangguh dan kreatif. Yang diperjuangkan oleh penentu kebijakan kita cuman Bagaimana daerah supaya bisa membuka kouta CPNSD sebanyak banyaknya. Penentu kebijakan tidak kreatif otak disimpan di dengkul. Coba buat kebijakan pembekalan anak anak mudanya kita dengan kreatifitas, dorong supaya bercita lebih tinggi hingga dapat berkompetisi di kancah nasional dan internasional".

Apa pesan anda untuk anak anak muda dindaerah kita? "saya ingin sampaikan kepada generasi muda, marilah kita saling merangkul. Kita yakin bahwa kita adalah bagian dari aset yang sangat bernilai bagi daerah kita. Kita tidak usah galau yang terpenting adalah kita memacu diri kita untuk belajar. Jangan menggantungkan harapan pada manusia. Kita harus berpikir dan berjiwa besar jangan anggap bupati, walikota, gubernur sebagai atasan kita dan Jangan anggap mereka sebagai orang terhormat, karna kita dengan mereka adalah rival", Tutup Mantan Ketua Kebijakan Publik KAMMI daerah sultra ini. (ASL)

0 komentar:

Posting Komentar